
Barcelona, Senin 19/01/09
Mengalahkan Barcelona saat ini seperti sebuah sayembara saja. Faktanya, mereka telah membuat hasil spektakuler baik di kompetisi domestik maupun di Liga Champion. Di Liga Spanyol El-Barca membuat catatan tak terkalahkan dalam 18 laga.
Dari 19 pertandingan yang telah digelar, dan itu berarti Liga Spanyol telah melewati paruh pertama musim ini, hanya di partai pembuka El Barca menelan kekalahan, yakni dari Numancia di Estadio Nuevo Los Pajaritos, pada akhir Agustus.
Setelah itu Barca tidak pernah lagi diceritakan kehilangan poin sama sekali. Sebaliknya, mereka begitu rakus mengumpulkannya, dan "tahu-tahu" mereka telah mengoleksi 50 angka.
Tiga poin terakhir mereka dapatkan di Nou Camp dengan menekuk Deportivo La Coruna 5-0, Minggu (18/1/2009) dinihari WIB.
50 poin yang didapat dari setengah masa kompetisi adalah yang tertinggi dalam sejarah La Liga. Rekor itu mematahkan catatan sebelumnya yang ditorehkan Real Madrid ketika mengumpulkan 47 poin di paruh pertama musim lalu.
Data lain yang bisa membuat orang geleng-geleng kepala adalah betapa produktifnya mereka dalam menjebol gawang lawan-lawannya. Sejauh ini mereka telah melesakkan 59 gol dari 19 pertandingan, itu berarti rata-rata Samuel Eto'o dkk bisa mencetak tiga gol per game.
"Paruh pertama musim yang bagus," aku pelatih Pep Guardiola. "Kami punya banyak sekali poin, hanya satu kali kalah (di liga) dan mencetak amat banyak gol."
"Kami belum memenangi apapun, tapi kami membuat satu lagi langkah kecil untuk mendekati tujuan kami," sambungnya.
"Tim ini bekerja sangat baik saat ini," timpal gelandang asal Pantai Gading, Yaya Toure, seperti dikutip dari AFP. "Pelatih kami adalah seorang juara dan dia menularkannya pada kami. Setelah dua tahun tanpa trofi, kami tentu saja menginginkannya. Begitu juga fans."
"Paruh pertama musim yang bagus," aku pelatih Pep Guardiola. "Kami punya banyak sekali poin, hanya satu kali kalah (di liga) dan mencetak amat banyak gol."
"Kami belum memenangi apapun, tapi kami membuat satu lagi langkah kecil untuk mendekati tujuan kami," sambungnya.
"Tim ini bekerja sangat baik saat ini," timpal gelandang asal Pantai Gading, Yaya Toure, seperti dikutip dari AFP. "Pelatih kami adalah seorang juara dan dia menularkannya pada kami. Setelah dua tahun tanpa trofi, kami tentu saja menginginkannya. Begitu juga fans."
